Apa itu Iman?
Assalamualaikum wr.wb
Semoga kita semua tetap dalam lindungan Allah SWT.
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang iman.
Apa yang dimaksud dengan iman?
Iman dalam (bahasa arab الإيمان) yaitu percaya, membenarkan, meyakini.
Sebagai seorang muslim, kita harus memiliki iman untuk menjadi seorang mukmin sejati. Tanpa adanya iman tidaklah mungkin seorang muslim bisa mencapai keridhoan Allah.
Di ibaratkan sebuah pohon., Iman adalah akarnya.
Mengapa harus akar?
Karna akar adalah bagian yang memperkokoh sebuah pohon untuk tetap berada di tempatnya,walaupun pohon tersebut telah di hembus angin kencang sekalipun. Pohon tersebut tidak akan tercabut dari tanah jika memiliki akar yang kokoh, namun jika pohon tersebut memiliki akar yang kecil dan tidak kuat atau sudah lapuk, tiupan angin kecilpun mampu menumbangkan sebuah pohon., seperti halnya iman yang kuat akan menjaga kita dari godaan nafsu duniawi, dan jika iman kita lemah, tanpa pertimbangan kita akan mudah terpengaruh untuk mengikuti godaan nafsu tersebut.
Dari itu sebagai seorang mukmin sejati kita harus memperkuat iman agar tidak tersesat di dunia ini.
Firman Allah Ta’ala :
قُولُوا ءَامَنَّا بِاللهِ وَمَآأُنزِلَ إِلَيْنَا وَمَآأُنزِلَ إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَاْلأَسْبَاطِ وَمَآأُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَمَآأُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِن رَّبِّهِمْ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّنْهُمْ وِنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ {136}
“Katakanlah (hai orang-orang mu’min): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya” (Al Baqarah:136)
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ فَمَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ فَقَدْ عَصَمَ مِنِّى مَالَهُ وَنَفْسَهُ إِلاَّ بِحَقِّهِ وَحِسَابُهُ عَلَى اللَّهِ
“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan, ‘Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah’, maka barangsiapa yang mengucapkan, ‘Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah’, maka sungguh dia telah menjaga harta dan jiwanya dari (seranganku) kecuali dengan hak Islam, dan hisabnya diserahkan kepada Allah”
hadist Jibril :
قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ
“Kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir, dan takdir baik dan buruk.”
Imam Muhammad bin Isma’il bin Muhammad bin al Fadhl at Taimi al Asbahani mengatakan: “Iman menurut pandangan syariat adalah pembenaran hati, dan amalan anggota badan”
Al Imam Asy Syafi’i berkata dalam kitab Al Umm: “Telah terjadi ijma’ (konsesus) di kalangan para sahabat, para tabi’in, dan pengikut sesudah mereka dari yang kami dapatkan bahwasanya iman adalah perkataan, amal, dan niat. Tidaklah cukup salah satu saja tanpa mencakup ketiga unsur yang lainnya”
Al Imam Al Laalikaa-i meriwayatkan dari Imam Bukhari: “Aku telah bertemu lebih dari seribu ulama dari berbagai negeri. Tidak aku dapatkan satupun di antara mereka berselisih bahwasanya iman adalah ucapan dan perbuatan,bisa bertambah dan berkurang“
Imam Al Baghawi mengatakan: ”Para sahabat, tabi’in, dan ulama ahlis sunnah sesudah mereka bahwa amal termasuk keimanan, mereka mengatakan bahwa iman adalah perkataan, amalan, dan aqidah”
Semoga pembahasan singkat tentang iman ini dapat menjadi motivasi pembaca untuk lebih meningkatkan kualitas iman.
Assalamualaikum wr.wb
Komentar